KapoldaJawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono meninjau kesiapan jalan tol ruas Bawen- Salatiga jelang arus Mudik Learan 2017, di gerbang tol Tingkir, Selasa (13/6/2017) siang. Lengkapi Profil. Segera lengkapi data dirimu untuk
KapoldaJawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, berkurangnya calon bintara ini karena Mabes Polri lebih memprioritaskan pengisian personel polda-polda yang baru terbentuk khususnya di luar Jawa, seperti di Papua Barat. Kapolda mengakui, saat ini rasio perbandingan personel polisi dengan jumlah masyarakat masih jauh dari berimbang.
KapoldaJawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono (kedua dari kiri) memeriksa pasukan seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi untuk pengamanan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 di lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 22 Desember 2016. TEMPO/STR/Bram Selo Agung; BSA2016122203]
Apalagikami tahu bahwa tiga hari berturut-turut mulai 8 Januari-10 Januari merupakan masa pendaftaran peserta (calon gubernur dan wakil gubernur)," ungkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat meninjau pengamanan kantor KPU Jateng, Jalan Veteran Semarang. Condro menyebut ada sedikitnya 150 personel yang menjaga ketat kantor KPU.
Bukukarya Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono cukup menarik, karena bertajuk Memimpin dalam keberagaman, Kearifan Lokal menjaga NKRI. Buku karya Kapolda
KepalaKorps Lalu Lintas Irjen Condro Kirono tetap berkeyakinan bahwa pengawalan konvoi moge oleh polisi adalah hal yang benar. Penjelasan Pasal 134 huruf (g) itu pun, menurut Condro, sama sekali tidak bertentangan. "Kan ada kata 'antara lain'. Artinya, yang dijelaskan di situ ya antara lainnya saja, tetapi ada yang lain juga, salah satunya konvoi.
RyckoAmelza gantikan Condro Kirono Jumat, 26 April 2019 19:49 WIB Arsip Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, yang juga sebagai Gubernur Akedemi Kepolisian (antarasumut/Khairul Arief)
PenandatangananNota Kesepahaman Kerjasama dilakukan oleh Ketua Komnas HAM Nurkholis dan Rektor UNDIP Prof. Yos Johan Utama di Hotel Semesta Semarang pada Senin (21/8/17). Turut menyaksikan acara tersebut Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Komisioner Roichatul Aswidah, Karobankum Divkum Polri Brigjen Bambang Usadi, dan Plt.
KapoldaJawa Tengah Irjen. Pol. Condro Kirono dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Wuryanto berkesempatan membuka acara L4RI RUN dengan mengibarkan bendera start di depan para peserta. Pada kesempatan itu, Pangdam mengapresiasi digelarnya acara tersebut di Kota Semarang karena dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan warga Kota Semarang.
Jakarta- Komjen Condro Kirono eks Kabaharkam ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris di PT Pertamina (Persero). Media Doeta Indonesia. Jakarta - Komjen Condro Kirono eks Kabaharkam ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris di PT Pertamina (Persero). Langsung ke konten. Menu. Login. Beranda; Berita Utama;
iCG6.
Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Komisaris PT Pertamina Persero Komisaris Jenderal Condro Kirono tetap berstatus sebagai anggota Polri dan tidak diberhentikan."Jadi bukan pemberhentian status anggota Polri tapi pengalihan tugas," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 26 November menjelaskan bahwa penugasan anggota Polri di luar struktur organisasi Polri telah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun2017 di pasal 1 angka 5."Itu sudah diatur dimana dalam Pasal 1 angka 5 ada disebutkan penugasan anggota Polri di luar struktur organisasi Polri adalah pengalihan tugas dan jabatan anggota Polri ke tempat tugas dan jabatan di luar struktur yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri," kata pun mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada perwira tinggi Polri untuk menduduki jabatan strategis di kementerian atau BUMN."Polri juga bangga karena masih ada Bhayangkara yang dipilih oleh negara untuk membantu negara ini," Menteri BUMN Erick Thohir mengganti sosok yang menduduki jabatan direksi dan dewan komisaris Beberapa tokoh yang menduduki jabatan di Pertamina di antaranya mantan Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini yang kini menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina menggantikan Pahala Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Tanri Abeng. Budi Gunadi Sadikin diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama, menggantikan Arcandra eks-Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Condro Kirono menjabat sebagai Komisaris menggantikan Gatot Kirono merupakan jenderal polisi bintang tiga. Dia pernah menduduki jabatan strategis di Polri di antaranya Kepala Korlantas Polri, Kapolda Jawa Tengah dan Kabaharkam ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina, Condro menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Ia memasuki masa pensiun pada Desember 2019.
SURABAYA - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji baru saja mendapat promosi jabatan. Setelah setahun lebih memimpin di Sidoarjo, perwira asal Nganjuk itu dimutasi jadi Dirlantas Polda Bengkulu. Karier Sumardji terbilang sangat moncer. Berangkat dari seorang bintara, bapak empat anak itu bisa menduduki sejumlah posisi strategis di korp kepolisian berkat dedikasi dan kiprahnya dalam dunia sepak bolah tanah air. Bagaimana sepak terjang Sumardji, dan apa saja kisah di balik kesuksesannya, berikut wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network/Pemimpin Redaksi Harian Surya Febby Mahendra Putra dengan Kombes Pol Sumardji di Mapolresta Sidoarjo, Kamis 27/5. Selain sebagai polisi, bapak juga sibuk mengurus sepak bola. Termasuk Bhayangkara FC dan Timnas U-23, bagaimana ceritanya? Ini jalan yang cukup panjang, berliku dan terjal. Karier di dunia sepak bola merupakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya alami. Benar-benar hal baru. Karier sepak bola saya ini merupakan tunjukan dari pimpinan. Waktu itu, saya ditunjuk oleh CEO Bhayangkara FC yang ketika itu namanya PS Polri. Yang menunjuk saya adalah Irjen Pol Condro Kirono. Tahun 2016 saya ditunjuk jadi asisten manajer, kemudian jadi manajer, dan sampai sekarang ini jadi COO Bhayangkara FC. Apa saja yang sudah Anda lakukan selama itu? Perjalanannya sangat berliku, namun saya bersyukur semua tetap berjalan baik. Tahun 2017 Bhayangkara FC juara liga. Kemudian tahun 2018 urutan tiga, tahun berikutnya di urutan empat, dan terus berada di posisi atas .Tahun 2019 lalu, saya dapat amanah dari PSSI untuk membawa Timnas U-23 dalam piala AFF di Kamboja. Dari pemilihan pemain, TC, dan berbagai proses kami lakukan sejak awal. Bersama Coach Indra Syafri, kami berjuang dan berjibaku untuk membawa sepak bola Indonesia ke kasta lebih tinggi. Setidaknya harus membanggakan lah. Membagakan negara dan masyarakat Indonesia. Ketika itu juga terjadi gonjang-ganjing di tubuh PSSI. Namun kami tetap berkomitmen bersama, berjuang, dari pertandingan satu ke pertandingan lain untuk tetap maksimal. Pada tahun 2019 itu, bulan November ada SEA Games di Philiphina, saya juga ditunjuk untuk menangani Timnas U-23. Skuat yang sama, serta bersama orang-orang yang sama di official dan sebagainya. Kami kembali berjuang bersama. Tapi saat itu Tuhan berkehendak lain. Kita kalah di laga final melawan Vietnam. Padahal kita semua sangat berharap biasa jadi juara saat itu. Bagaimana suka-duka menangani klub sepak bola?