2. dr. Wahidin Sudirohusodo. Seorang yang memberikan gagasan akan Budi Utomo. Wahidin lahir pada tanggal 17 Januari 1852 di daerah Yogyakarta, Desa Mlati, kota Sleman. Wahidin menempuh pendidikan di sekolah Europeesche Lagere School (ELS) dan sekolah kedokteran (STOVIA). Pada saat itu kuliah, Wahidin bertemu dengan tokoh-tokoh lainnya yang Dr Wahidin lalu memiliki keinginan untuk membebaskan penderitaan rakyat. Salah satu caranya adalah melalui pendidikan. Dr Wahidin ingin agar rakyat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan di sekolah. Dr Wahidin kemudian juga berusaha mendekati tokoh-tokoh masyarakat di kota Jawa. Dengan gagasan, 'untuk mewujudkan masyarakat yang maju, pendidikan harus diperluas,' dr. Wahidin Sudirohusodo berkeliling ke seluruh Pulau Jawa pada 1906 dan 1907. Wahidin juga berpendapat, pendidikan dapat dilaksanakan dengan usaha sendiri, tanpa bergantung kepada pemerintah kolonial. Berjuang untuk Pendidikan Indonesia Tidak hanya menjadi seorang dokter, dr Wahidin menaruh perhatian kepada pendidikan masyarakat Indonesia. Dalam menyerukan kepeduliannya, ia menerbitkan majalah Retno Doemilah pada tahun 1905 untuk meneruskan gagasannya kepada masyarakat secara lebih luas. Dokter Wahidin Sudirohusodo merupakan tokoh pergerakan nasional di bidang pendidikan yang dikenal pemurah. Pemikirannya menjadi motor penggerak para pejuang, bahkan dibutuhkan rakyat biasa. Di Tentang Kami Pedoman Media Siber Ketentuan & Kebijakan Privasi Panduan Komunitas Bantuan Iklan Karir. Soetomo bersama teman-temannya berhasil mewujudkan gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendirikan organisasi pergerakan nasional. Keberhasilan Budi Utomo dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesadaran nasional tidak lepas Wahidin Sudirohusodo dikenal sebagai seorang pembaharu. Ia tidak hanya memikirkan kepentingan pribadinya akan tetapi juga masyarakat secara umum. Wahidin Sudirohusodo merupakan seorang yang teguh memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk mengenyam pendidikan di sekolah. Ide itu kemudian diterima oleh dr. Sutomo dan kawan-kawan dengan mendirikan Budi Utomo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, kebudayaan, serta tidak bersifat politik. Hari lahir Budi Utomo ini kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk Di kongres itu, terpilih Raden Adipati Tirtokusumo sebagai ketua, dan dr. Wahidin Soedirohoesodo sebagai wakil ketua. Dalam kongres, disebutkan tujuan utama Budi Utomo yaitu untuk menjamin kehidupan bangsa yang terhormat. Fokus organisasi ini adalah bidang sosial, pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. Budi Utomo didirikan Dr Soetomo bersama para pelajar 'School tot Opleiding van Inlandsche Artsen' (STOVIA) pada 20 Mei 1908. Organisasi ini atas gagasan Dr Wahidin Sudirohusodo yang berkeinginan dalam meningkatkan martabat rakyat dan bangsa Indonesia. 2. Mengenal Dr Soetomo. Mengutip situs Insitut Harkat Negeri, Dr Soetomo lahir dengan nama WhFYB.